Home
Kejadian Bencana
Peta
Grafik
Dokumen
Lapor
Sign In
Si-Andalan
Sistem Analisis Data dan
Laporan Kejadian Bencana
Provinsi Sulawesi Selatan
Detail Kejadian Bencana
Kejadian Bencana Terbaru yang terjadi di Sulawesi Selatan
Data Bencana
Kembali
Bencana
Banjir
Tanggal
2024-12-21
Kabupaten
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Kecamatan
Kelurahan
Titik Koordinat
Jumlah Korban
laki-Laki
ionicons-v5-j
Meninggal
Hilang
Luka
Mengungsi
Kategori
Perempuan
Meninggal
Hilang
Luka
Mengungsi
Kategori
Total Korban
KK
Jiwa
Meninggal
Hilang
Luka
Pengungsi
Ternak
Terdampak
Kerusakan
Rumah
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Sekolah
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Kesehatan
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Kantor
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Tempat Ibadah
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Fasilitas Umum
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Jembatan
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Pabrik
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Pertokoan
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Tanggul
Rusak Berat
Rusak Sedang
Rusak Ringan
Terendam
Tertimbun
Kerusakan Lainnya
Sawah
Kebun
Hutan
Jalan
Tambak
Lahan
Irigasi
Kerugian
Rp
Penyebab
Cuaca ekstrim (curah hujan yang tinggi)
Kronologis
Pada tanggal 21 Desember 2024 hingga tanggal 5 Januari 2025, kondisi terkini hujan deras yang terjadi sejak beberapa hari terakhir di daerah aliran air Sungai Walannae di wilayah Kabupaten Soppeng menyebabkan naiknya debit air sungai yang bermuara di Danau Tempe hingga meluapnya air sungai dipermukaan penduduk sehingga terjadi banjir pada pukul 10:00 WITA yang merendam ribuan unit rumah penduduk, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana perkantoran, sarana ibadah, fasilitas umum, kebun dan jembatan yang berada di 4 titik lokasi yang berbeda. #. Titik pertama. (-). Kecamatan Sabbangparu. a. Desa Salotengnga. Banjir merendam 339 unit rumah warga yang dihuni 525 Kepala Keluarga dengan 1.718 orang jiwa terdampak, 2 unit sarana pendidikan (SDN 337 Salotengnga dan SMP Neg. 2 Sabbangparu), 1 unit sarana perkantoran (Kantor Desa) dan 20 Ha Kebun Coklat serta Kebun Jagung terendam air dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter. Banjir juga mengakibatkan 1 unit rumah warga mengalami kerusakan berat (roboh) terbawa arus deras. b. Desa Worongnge. Banjir merendam 200 unit rumah warga yang dihuni 200 Kepala Keluarga dengan 640 orang jiwa terdampak, 1 unit sarana pendidikan (SDN 409 Worongnge), dan 2 unit fasilitas umum (Lapangan Sepak Bola dan Posyandu) terendam air dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter. c. Desa Benteng Lompo'e. Banjir merendam 339 unit rumah warga yang dihuni 440 Kepala Keluarga dengan 1.303 orang jiwa terdampak, 4 unit sarana pendidikan (SDN 288 Benteng Lompo'e, MIS 73 Massappa dan 2 unit TK Paud), 2 unit sarana ibadah (Masjid Ar-Ridwan dan Masjid Jabal Rahmah) terendam air dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter. d. Desa Pallimae. Banjir merendam 550 unit rumah warga yang dihuni 646 Kepala Keluarga dengan 1.806 orang jiwa terdampak, 3 unit sarana pendidikan (SDN 78 Pallimae dan 2 unit TK Paud) 1 unit sarana perkantoran (Poskesdes), 1 unit sarana ibadah (Masjid Babus Sa'adah Salotenga) dan 1 unit fasilitas umum (Lapangan Sepak Bola Mantili), 600 Ha Sawah dan 435 Ha Kebun terendam air dengan ketinggian air mencapai 1 cm hingga 2,5 meter. e. Desa Liu. Banjir merendam 50 unit rumah warga yang dihuni 50 Kepala Keluarga dengan 161 orang jiwa terdampak dan 1 unit fasilitas umum (Lapangan Sepak Bola) terendam air dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter. f. Desa Wage. Banjir merendam 129 unit rumah warga yang dihuni 135 Kepala Keluarga dengan 310 orang jiwa terdampak dan 6 unit rumah warga mengalami kerusakan berat serta 1 unit jembatan gantung penghubung antara Dusun Caleko Alau Salo ke Dusun Caleko Orai mengalami kerusakan berat (terputus) di 2 titik tanggul Sungai Walannae jebol. g. Desa Tadangpalie. Banjir merendam 100 unit rumah warga yang dihuni 100 Kepala Keluarga dengan 301 orang jiwa terdampak, 2 unit sarana pendidikan (SDN 326 Tadangpalie dan SDN 85 Tadangpalie) terendam air dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter dan 1 unit jembatan gantung penghubung antara Dusun Taddasalo ke Dusun Abbanuang) terputus. h. Desa Mallesesalo. Banjir merendam 80 unit rumah warga yang dihuni 117 Kepala Keluarga dengan 400 orang jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 1 meter. i. Desa Ugi. Banjir merendam 406 unit rumah warga yang dihuni 512 Kepala Keluarga dengan 1.550 orang jiwa terdampak, 3 unit sarana pendidikan (SD 80 Ugi, SD 241 Kaung dan Mts 28 Salopokko), 3 unit fasilitas umum (Lapangan, Pasar Salopokko dan Posyandu Mawar 02). j. Desa Ujungpero. Banjir merendam 196 unit rumah warga yang dihuni 280 Kepala Keluarga dengan 644 orang jiwa terdampak dan 638 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 20 cm - 50 cm. k. Kelurahan Walennae. Banjir merendam 246 unit rumah warga yang dihuni 250 Kepala Keluarga dengan 754 orang jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 20 cm - 150 cm. #. Titik kedua. (-). Kecamatan Tempe. a. Kelurahan Salomenraleng. Banjir merendam -/+ 435 unit rumah warga yang dihuni 570 Kepala Keluarga dengan 1.993 orang jiwa terdampak, 2 unit sarana pendidikan, 3 unit sarana ibadah, 1 unit sarana kesehatan, 1 unit sarana perkantoran dan 135 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 200 cm. b. Kelurahan Laelo. Banjir merendam -/+ 394 unit rumah warga dihuni 501 Kepala Keluarga dengan 1.446 orang jiwa terdampak, 2 unit sarana pendidikan, 2 unit sarana ibadah, 1 unit sarana kesehatan, 1 unit perkantoran dan 90 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 180 cm. c. Kelurahan Wiringpalennae. Banjir merendam -/+ 570 unit rumah warga yang dihuni 740 Kepala Keluarga dengan 2.050 orang jiwa terdampak, 2 unit sarana pendidikan, 2 unit sarana ibadah, 1 unit sarana kesehatan, 1 unit perkantoran dan 200 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 100 cm. d. Kelurahan Mattirotappareng. Banjir merendam -/+ 182 unit rumah warga yang dihuni 340 Kepala Keluarga dengan 1.305 orang jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 cm. e. Kelurahan Watanlipue. Banjir merendam -/+ 300 unit rumah warga yang dihuni 400 Kepala Keluarga dengan 700 orang jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 cm. f. Kelurahan Tempe. Banjir merendam -/+ 45 unit rumah warga yang dihuni 65 Kepala Keluarga dengan 276 orang jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 cm. #. Titik ketiga. (-). Kecamatan Tanasitolo. a. Kelurahan Pincengpute. Banjir merendam -/+ 60 unit rumah warga yang dihuni 70 Kepala Keluarga dengan 123 orang jiwa terdampak dan 30 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. b. Desa Ujunge. Banjir merendam -/+ 32 unit rumah warga yang dihuni 29 Kepala Keluarga dengan 74 orang jiwa terdampak dan 20 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. c. Desa Nefo. Banjir merendam -/+ 75 unit rumah warga yang dihuni 90 Kepala Keluarga dengan 185 orang jiwa terdampak dan 5 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. d. Kelurahan Baru Tancung. Banjir merendam -/+ 43 unit rumah warga yang dihuni 49 Kepala Keluarga dengan 61 orang jiwa terdampak, 60 Ha Sawah dan 3 Ha Palawija terendam air dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 60 cm. e. Desa Assorajang. Banjir merendam -/+ 30 unit rumah warga yang dihuni 35 Kepala Keluarga dengan 85 orang jiwa terdampak, 60 Ha Sawah dan 3 Ha Palawija terendam air dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 80 cm. f. Desa Pajalele. Banjir merendam -/+ 30 unit rumah warga yang dihuni 45 Kepala Keluarga dengan 125 orang jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 100 cm. g. Desa Pakkanna. Banjir merendam -/+ 48 unit rumah warga yang dihuni 58 Kepala Keluarga dengan 145 orang jiwa terdampak, 13 Ha Sawah dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 cm. h. Kelurahan Tancung. Banjir merendam -/+ 160 unit rumah warga yang dihuni 172 Kepala Keluarga dengan 640 orang jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. i. Desa Lowa. Banjir merendam 50 Ha Sawah dan 80 Ha Palawija dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 80 cm. #. Titik keempat. (-). Kecamatan Belawa. a. Desa Lautang. Banjir q 145 unit rumah warga yang dihuni 176 Kepala Keluarga dengan 528 orang jiwa terdampak, 4 unit sarana pendidikan (SDN 68 Lautang, SDN 283 Lautang, SDN 407 Lautang dan SMP 5 Satap Belawa), 2 unit sarana ibadah (Masjid Nurul Yaqin dan Masjid Raodatul Jannah) dan 1 unit fasilitas umum (Posyandu Mawar III) serta 570 Ha Sawah terendam air dengan ketinggian air mencapai 100 - 1,5 meter. b. Desa Limporilau. Banjir merendam 500 unit rumah warga yang dihuni 755 Kepala Keluarga dengan 1.959 orang jiwa terdampak, 4 unit sarana pendidikan (TK Paud Tosagena Tancung Purai, TK Nahdah Timoreng, SDN 1 Limporilau, SDN 239 Limporilau) dan 200 Ha Tanaman jagung dan 20 Ha Tanaman Cabai terendam air dengan ketinggian air mencapai 100 - 1,2 meter. c. Kelurahan Belawa. Banjir merendam 197 unit rumah warga yang dihuni 234 Kepala Keluarga dengan 833 orang jiwa terdampak, 1 unit sarana pendidikan (UPTD SDN 61 Belawa), 2 unit sarana ibadah (Masjid Nahar Larukkateo dan Masjid Fastabiqul Khaerat Laseratu) dan 14 Ha Tanaman jagung, 35 Ha Tanaman Cabai dan 7 Ha Tanaman Padi terendam air dengan ketinggian air mencapai 50 - 80 meter. d. Kelurahan Malakke. Banjir merendam 250 Ha Sawah dan 100 Ha kebun.
Keterangan
Foto/Video
File Saat Ini :
Lihat Semua Data
Alamat Kantor
Alamat :
Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Tamalanrea, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Kontak
Telepon : (0411) 588170
Email : provsulselbpbd@gmail.com
Website Terkait
BNPB Indonesia
Pemprov Sulsel
BPBD Sulsel
Media Sosial
Facebook
Twitter
Youtube
Instagram
© 2022 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Tentang
Bantuan